ffCCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
Update: 12-09-2016

Membuat dan Menjalankan Script PHP Pertama Kali Dengan Aman

Ketika baru belajar PHP pertama kali, pasti bingung bagaimana kode php dibuat dan dijalankan,  oleh karena itu , pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat dan menjalankan script PHP.

I. Penulisan PHP Open Tag PHP Yang Benar dan Aman

Open tag PHP adalah tag pembuka yang diawali dengan < yang digunakan memberitahu server bahwa didalam tag tersebut terdapat kode PHP

Seperti yang telah kita ketahui bahwa open tag PHP dapat ditulis menggunakan banyak cara, yaitu:

1 Menggunakan Metode XML / Full Tag (Paling Aman)

Cara penulisan open tag php yang pertama adalah menggunakan metode XML (XML style). Penulisan open tag PHP pada metode ini diawali dengan <?php dan diakhiri dengan ?>

Disebut metode XML karena pendeklarasiannya mengikuti pada aturan XML (eXtensible Markup Language) yaitu <?xml?>

Open tag ini merupakan open tag default untuk memulai PHP dan merupakan cara yang paling direkomendasikan karena SELALU bisa digunakan, artinya tidak tergantung pada konfigurasi apapun (tidak seperti cara lain)

Contoh:

<?php
	echo 'Mencetak teks dengan PHP;
?>

2 Penulisan Open Tag PHP Menggunakan SGML Style (Tidak Aman)

Cara ini merupakan metode singkat ( short tag ) untuk mendeklarasikan open tag PHP.

Disebut SGML (Standard Generalized Markup Language) style karena metode yang digunakan mendasarkan pada aturan SGML. SGML sendiri merupakan induk dari XML dan HTML.

Penulisan open tag php menggunakan style ini diawali dengan <? dan diakhiri dengan ?>, lebih singkat karena tanpa mencantumkan kata-kata php

Contoh penulisan:

<?
	echo 'Mencetak teks dengan PHP;
?>

Pengaktifan cara ini tergantung pada sebuah opsi file php.ini yaitu short_open_tag

Pada PHP versi 5.3 kebawah, opsi ini nilainya on, artinya bisa digunakan. Sedangkan pada PHP versi 5.4 keatas, nilainya secara default off yang artinya tidak dapat digunakan.

Opsi Short Open Tag Pada PHP 5.5

Hal ini dikarenakan akan menimbulkan konflik jika PHP (<??>) digunakan bersamaan dengan XML (<?xml?>). Parser PHP akan menganggap <?xml sebagai php karena sama sama memiliki awalan <?

Dengan kelemahan tersebut, maka tidak disarankan menggunakan cara ini, apalagi jika kode kita di share untuk pengguna lain yang kita tidak tahu konfigurasi servernya seperti apa.

3 Penulisan Open Tag PHP Menggunakan Shorthand Echo (Aman Pada PHP 5.4+)

Banyak kode PHP yang ditulis hanya gunakan adalah mencetak output ke browser menggunakan perintah echo.

Nah, tentu tidak efisien jika kita menulis banyak kode seperti ini: <?php echo 'Teks; ?>, terlalu panjang open tag nya bukan?. Untuk itu, PHP menyediakan cara pintas yaitu menggunakan tanda <?=

Contoh:

<?php echo 'Mencetak output dengan PHP ?>
<?='Mencetak output dengan shorthand echo'?>

<input type="text" name="alamat" value="<?=$_POST['alamat']?>">

Catatan:

Pada PHP versi 5.3 ke bawah penggunaan cara ini tergantung pada opsi short_open_tag pada php.ini (sama seperti metode SGML (nomor 2) jika on, maka bisa digunakan.

Mulai PHP versi 5.4 keatas, cara ini SELALU dapat digunakan, tidak tergantung pada konfigurasi apapun seperti penggunaan metode XML (nomor 1)

Saran, jika script PHP yang kita buat di share/digunakan oleh pengguna lain (seperti membuat plugin pada wordpress),  maka sebaiknya menggunakan metode echo biasa.

4 Penulisan Open Tag PHP Menggunakan ASP Style (Tidak Aman)

Sesuai namanya, style ini memungkinkan kita menggunakan open tag seperti ASP (Active Server Page). ASP Sendiri merupakan bahasa server side buatan Microsoft yang dulunya merupakan rival PHP

Dengan style ini, kita dapat menuliskan script PHP dengan menggunakan tag pembuka <% dan tag penutup %>

Contoh:

<%
	echo 'Mencetak teks dengan PHP menggunakan ASP Style';
%>

Catatan:

Pada PHP versi 5.6 kebawah, penulisan open tag menggunakan metode ini tergantung pada opsi asp_tag pada file php.ini, jika nilainya on maka dapat digunakan.

Open Tag PHP Dengan ASP Style Pada PHP 7

Mulai versi 7, PHP secara default tidak lagi mendukung cara ini, jika masih tetap ingin menggunakannya, disamping harus mengaktifkan opsi asp_tag, kita juga harus menginstall module tambahan

Mungkin dahulu cara ini disediakan karena pada waktu itu, bahasa pemrograman web yang paling populer adalah ASP, namun karena sekarang jauh berbalik kondisinya, maka PHP merasa tidak perlu menyediakannya lagi 😀

5 Menulis Open Tag PHP Menggunakan Script Style (Tidak Aman)

Cara terakhir untuk mulai menulis syntax PHP adalah menggunakan model script. Disebut model script karena mirip dengan pendeklarasian Javascript.

Untuk menggunakan metode ini, open tag diawali dengan <script language="php"> dan diakhiri dengan </script>

Contoh:

<script language="php">
	echo 'Mencetak teks dengan PHP menggunakan Script Style';
</script>

Saya sendiri belum pernah menjumpai ada developer yang menggunakan model ini. Mungkin pada awalnya, metode ini dibuat agar dapat menarik developer dari berbagai bahasa populer (javascript) untuk menggunakan PHP

Dan karena PHP saat ini sudah begitu menguasai pasar, maka metode penulisan ini dianggap tidak perlu lagi dan sudah dihilangkan pada PHP 7

Tabel Perbandingan

Nah dari pembahasan diatas maka lebih mudah untuk dibaca dalam bentuk tabel seperti ini:

Perbandingan Penggunaan Open Tag Pada PHP
No Metode Penggunaan Aman Keterangan
1. XML Style <?php?>
2. SGML Style <??>
3. Shorthand Echo <?=?>
4. ASP Style <%%> Dihapus Pada PHP 7
5. Script Style <script language="php"></script> Dihapus pada PHP 7

Kesimpulannya, hanya gunakan metode XML style <?php?> dan Shorthand Echo <?=?>.

II. Membuat dan Menjalankan Script PHP Pertama Kali

Setelah kita tahu open tag yang aman digunakan, selanjutnya mari kita membuat dan menjalankan script php untuk yang pertama kita.

Mengaktifkan server

Sebelum membuat dan menjalankan script PHP, kita perlu sebuah server, hal ini karena memang sifat PHP yang merupakan program server side, yang artinya file php diproses oleh server khusus.

Server yang paling populer digunakan adalah server Apache. Banyak cara menginstall server ini, kali ini kita akan menggunakan XAMPP yaitu paket software yang sudah mencakup Apache, PHP, dan MySQL.

Jika sobat belum menginstall XAMPP, sobat dapat mengikuti panduannya di artikel ini: Cara Install XAMPP di Windows – Panduan Lengkap

Selanjutnya buka XAMPP Control Panel dan aktifkan module Apache

Membuat dan Menjalankan Script PHP Pertama Kali

Selanjutnya mari kita buat file PHP. File PHP ini adalah file biasa, seperti halnya file .txt yang sering kita jumpai, namun bedanya, file ini berekstensi .php.

Untuk membuatnya, kita bisa menggunakan editor khusus seperti notepad++ (yang saya gunakan) atau menggunakan aplikasi notepad bawaan windows.

Bagi sobat yang baru belajar PHP, mungkin belum familiar dengan aplikasi kode editor seperti notepad++ tadi, untuk itu pada kesempatan ini, kita akan menggunakan aplikasi notepad bawaan windows.

Cara membuat file php dengan notepad:

  1. Buka aplikasi notepad. Aplikasi dapat dibuka melalui menu start atau menu pencarian aplikasi.
  2. Buat kode sebagai berikut:
    <?php
    	echo 'Hello World';
    ?>

    Membuat File PHP Pertama Kali

    kemudian simpan file tersebut pada folder htdocs yang ada di dalam folder xampp, pada contoh kali ini saya simpan di folder E:\xampp\htdocs dengan nama file latihan.php

    Namun sebelumnya, pada bagian “Save as type:” pilih All Files (*.*)

    Membuat dan Menjalankan Script PHP Pertama Kali

  3. Buka browser dan isikan alamat url http://localhost/latihan.php. Jika berhasil, maka akan muncul tampilan seperti ini.

    Menjalankan Script PHP Pertama Kali

Selesai.

Nah, setelah berhasil, selanjutnya yang perlu kita pelajari adalah bagaimana cara memasukkan file PHP ke dalam dokumen HTML, yang dibahas pada artikel berikut:

Demikian tutorial mengenai cara membuat dan menjalankan script PHP pertama kali, semoga bermanfaat.

Recomended Post

Satu Feedback dari pembaca

Silakan tinggalkan komentar

Like Us

Dapatkan update artikel terbaru via E-Mail
  1. Memahami dan Menampilkan Tanggal dan Waktu Pada PHP
  2. Menghitung Selisih Waktu Dengan PHP – Cara Termudah
  3. Memahami Fungsi Date Pada PHP
  4. Memahami Fungsi Time, Strtotime, dan Mktime Pada PHP – Memanipulasi Waktu
  5. Memahami Zona Waktu (Timezone) dan Selisih Waktu Pada PHP
  6. Setting ODBC MySQL Untuk Gammu
  7. Cara Install dan Menggunakan Gammu di Windows
  8. Format Tanggal Indonesia Dengan PHP
  9. Cara Install MySQL Portable Zip File di Windows – Panduan Lengkap
  10. Memahami Statemen Return Pada PHP