ffCCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
Update: 22-09-2016

Fungsi dan Perbedaan Echo, Print, Print_r, Var_Dump Pada PHP

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas fungsi dan perbedaan echo, print, print_r, dan var_dump pada PHP.

Pada pemrograman PHP kita akan sering mencetak output ke browser, entah itu untuk sekedar menampilkan output, mendeteksi error, dll.

Nah ternyata keempat statement diatas fungsi nya sama, yaitu mencetak output ke browser, namun, tentu saja keempatnya memiliki karakteristik yang berbeda, untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu.

I. Fungsi Echo Pada PHP

echo digunakan HANYA sekedar untuk mencetak output ke browser, tidak ada tujuan lain, sehingga statement inilah yang paling sering digunakan untuk mencetak output ke browser.

echo bukanlah sebuah fungsi melainkan hanya “language costruct“, sehingga meskipun kita bisa menulis echo menggunakan tanda kurung echo($nama), sebaiknya cara tersebut kita tinggalkan.

Kita dapat menambahkan argumen pada echo dengan pemisah tanda koma, misal: echo 'Nama ', $nama

Contoh penggunaan echo:

<?php
$nama = 'Agus';

// Umum digunakan
echo 'Nama: ' . $agus;

// Menggunakan koma (jarang digunakan) - performa sedikit lebih cepat
echo 'Nama: ' , $agus;

// Ternary - Umum digunakan
echo $nama == 'Agus' ? 'Benar' : 'Salah'; // Hasil Benar
Dalam praktek, untuk mencetak output pada browser disarankan untuk selalu menggunakan perintah echo. Saya sendiri hampir tidak pernah menemui program yang menggunakan perintah print untuk mencetak output

II. Fungsi Print Pada PHP

Seperti pada echo, print juga digunakan untuk mencetak output ke browse, namun bedanya:

  • print ini akan selalu menghasilkan nilai 1.
  • print hanya dapat menerima satu argumen, sehingga kita tidak bisa menulis: print: 'Nama ' , $nama

print ini juga bukan merupakan fungsi melainkan hanya “language construct” sehingga ketika menggunakannya, kita tidak perlu menggunakan tanda kurung.

Contoh penggunaan print:

<?php
$nama = 'Agus';
print 'Nama: ' . $nama;

// ERROR
print 'Nama: ' , $nama;

// Ternary
print $nama == 'Agus' ? 'Benar' : 'Salah'; // Hasil Benar

// Menghasilkan 1
$nomor = print $nama; // Hasil Agus
print $nomor; // Hasil 1

$list_nama	= array('Alfa', 'Beta', 'Charlie');
$jumlah = 0;
foreach ($list_nama as $nama) {
	$jumlah = $jumlah + print $nama . '<br/>';
}
print $jumlah;
/** Hasil:
Alfa
Beta
Charlie
3
*/

Karena PHP akan memproses print sehingga menghasilkan nilai 1 maka statement print ini sedikit lebih lambat daripada echo, sehingga sangat jarang sekali program PHP yang menggunakan perintah ini untuk mencetak output ke browser.

III. Fungsi Print_r Pada PHP

Sama seperti statement sebelumnya, print_r ini digunakan untuk mencetak output ke browser, namun bedanya, print_r ini ditujukan untuk mencetak nilai variabel dengan format yang lebih mudah dibaca.

print_r ini benar-benar merupakan fungsi sehingga kita harus menuliskannya menggunakan tanda kurung print_r()

Note: print_r ini hanya digunakan untuk debug program, biasanya digunakan untuk menetak / mengetahui isi dari array maupun objek (class). Pada Objek, print_r akan mencetak properti protected dan private, tetapi tidak untuk properti static

Output dari print_r dapat langsung dicetak ke variabel atau disimpan ke variabel tertentu. Untuk menyimpan ke dalam variabel, kita perlu menambahkan argumen ke dua dengan nilai true, misal: print_r($argumen1, true)

Contoh penggunaan print_r:

<?php
$nama = 'Agus';
print_r ($nama); // Agus

$siswa = array ('Alfa', 'Beta', 'Charlie');
echo '<pre>';  print_r($siswa); echo '</pre>';

/** Hasil
Array
(
    [0] => Alfa
    [1] => Beta
    [2] => Charlie
)
*/

// Menyimpan hasil print_r ke variabel
$siswa = array(
			'nama' 		=> array ('Alfa', 'Beta', 'Charlie'),
			'jurusan' 	=> 'Informatika',
			'semester'	=> array (1, 3)
		);
		 
$result = print_r($siswa, true); 
echo '<pre>'; print_r($result); echo '</pre>';

/** Hasil
Array
(
    [nama] => Array
        (
            [0] => Alfa
            [1] => Beta
            [2] => Charlie
        )

    [jurusan] => Informatika
    [semester] => Array
        (
            [0] => 1
            [1] => 3
        )
) */

IV. Fungsi Var_Dump Pada PHP

Sama seperti yang lain, fungsi var_dump digunakan untuk mencetak output ke browser, lebih tepatnya mengetahui informasi pada suatu nilai variabel.

var_dump merupakan fungsi, sehingga dalam penulisannya, kita harus menggunakan tanda kurung.

Note: sama seperti print_r, var_dump ini digunakan hanya untuk proses debugging, dimana kita ingin mengetahui struktur informasi (nilai dan tipe data) dari suatu variabel

Tidak seperti print_r, pada var_dump, kita tidak dapat secara langsung menyimpan output dari var_dump, melaikan harus menggunakan cara lain seperti menggunakan output buffering.

Contoh penggunaan var_dump

<?php
$nama = 'Agus';
var_dump ($nama); // Hasil: string(4) "Agus"

$siswa = array(
			'nama' 		=> array ('Alfa', 'Beta', 'Charlie'),
			'jurusan' 	=> 'Informatika',
			'semester'	=> 1,
			1 => 'Jakarta',
			2 => 'Surabaya'
		);
		 
echo '<pre>';  var_dump($siswa); echo '</pre>';

/** Hasil
array(5) {
  ["nama"]=>
  array(3) {
    [0]=>
    string(4) "Alfa"
    [1]=>
    string(4) "Beta"
    [2]=>
    string(7) "Charlie"
  }
  ["jurusan"]=>
  string(11) "Informatika"
  ["semester"]=>
  int(1)
  [1]=>
  string(7) "Jakarta"
  [2]=>
  string(8) "Surabaya"
} */

Jika dibandingkan dengan print_r, maka output dari var_dump ini lebih susah dibaca, namun memiliki kelebihan yaitu dapat menampilkan tipe data dan panjang data

Kesimpulan

Pada PHP, banyak cara digunakan untuk mencetak output ke browser, diantaranya menggunakan echo, print, print_r, dan var_dump.

Jika ingin sekedar mencetak output ke browser maka gunakan echo, jika ingin mengetahui isi variabel untuk proses debugging / development maka gunakan print_r atau var_dump jika ingin menampilkan tipe data dan panjang data.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan echo, print, print_r, dan var_dump, semoga bermanfaat

Recomended Post

Silakan tinggalkan komentar

Like Us

Dapatkan update artikel terbaru via E-Mail
  1. Tutorial PHP Form II: Menampilkan Hasil Input Form HTML dengan PHP
  2. Tutorial PHP Form I: Menghubungkan Form HTML dengan PHP
  3. Menampilkan Data Dari Beberapa Tabel MySQL – JOIN Pada MYSQL
  4. Memahami dan Menampilkan Tanggal dan Waktu Pada PHP
  5. Menghitung Selisih Waktu Dengan PHP – Cara Termudah
  6. Memahami Fungsi Date Pada PHP
  7. Memahami Fungsi Time, Strtotime, dan Mktime Pada PHP – Memanipulasi Waktu
  8. Memahami Zona Waktu (Timezone) dan Selisih Waktu Pada PHP
  9. Setting ODBC MySQL Untuk Gammu
  10. Cara Install dan Menggunakan Gammu di Windows